Sabtu, 04 Februari 2012

Sahabatku bintang



Bintang..
Bila sinarmu terang malam ini
Katakan satu hal padaku tentangnya
Tentang ia,
Si bintang Sahabatku
Karena saat ini mungkin kau tau keberadaannya
Sedang aku hanya mampu berkhayal
Dengan beribu bayang saja tentangnya

Bintang..
Kurasa ia tak lagi dekat
Mungkin kini ia tlah temukan tempat yang baru
Yang lebih indah dari tempatku
Dari bersamaku

Meski begitu..
Ia tetap bintang dihatiku
Meski mungkin aku tlah terlupakan
Aku tlah tiada lagi di benaknya
Aku tak berharap lebih
Andai ia slalu terjaga dan bahagia dihidupnya

Wahai langit..
Kau temanku kini
Jadilah saksi kegalauanku
Jadilah sahabat yang tak kan pernah berubah
Seperti bintang
Yang cahayanya masih dan akan selalu disini dihatiku.
Meski wujudnya kini tlah lenyap sekalipun

Sahabat
kau bintang dihatiku
Dan akan selamanya begitu

Selasa, 10 Januari 2012

Ujian Sebanding Kualitas Iman


Siapakah yang akan mendapatkan ujian terberat ...
Dari Mush’ab bin Sa’id -seorang tabi’in- dari ayahnya, ia berkata,
يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ النَّاسِ أَشَدُّ بَلاَءً
“Wahai Rasulullah, manusia manakah yang paling berat ujiannya?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,
« الأَنْبِيَاءُ ثُمَّ الأَمْثَلُ فَالأَمْثَلُ فَيُبْتَلَى الرَّجُلُ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ فَإِنْ كَانَ دِينُهُ صُلْبًا اشْتَدَّ بَلاَؤُهُ وَإِنْ كَانَ فِى دِينِهِ رِقَّةٌ ابْتُلِىَ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ فَمَا يَبْرَحُ الْبَلاَءُ بِالْعَبْدِ حَتَّى يَتْرُكَهُ يَمْشِى عَلَى الأَرْضِ مَا عَلَيْهِ خَطِيئَةٌ »
“Para Nabi, kemudian yang semisalnya dan semisalnya lagi. Seseorang akan diuji sesuai dengan kondisi agamanya. Apabila agamanya begitu kuat (kokoh), maka semakin berat pula ujiannya. Apabila agamanya lemah, maka ia akan diuji sesuai dengan kualitas agamanya. Seorang hamba senantiasa akan mendapatkan cobaan hingga dia berjalan di muka bumi dalam keadaan bersih dari dosa.” [1]
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan,
وَاِذَا عَظُمَت المِحْنَةُ كَانَ ذَلِكَ لِلْمُؤْمِنِ الصَّالِحِ سَبَبًا لِعُلُوِّ الدَرَجَةِ وَعَظِيْمِ الاَجْرِ
“Cobaan yang semakin berat akan senantiasa menimpa seorang mukmin yang sholih untuk meninggikan derajatnya dan agar ia semakin mendapatkan ganjaran yang besar.”[2]
Syaikhul Islam juga mengatakan,
واللهُ تَعَالَى قَدْ جَعَلَ أَكْمَلَ المُؤْمِنِيْنَ إِيْمَانًا أَعْظَمُهُمْ بَلاَءً
“Allah akan memberikan cobaan terberat bagi setiap orang mukmin yang sempurna imannya.”[3]
Al Munawi mengatakan, “Jika seorang mukmin diberi cobaan maka itu sesuai dengan ketaatan, keikhlasan, dan keimanan dalam hatinya.”[4]
Al Munawi mengatakan pula, “Barangsiapa yang menyangka bahwa apabila seorang hamba ditimpa ujian yang berat, itu adalah suatu kehinaan; maka sungguh akalnya telah hilang dan hatinya telah buta. Betapa banyak orang sholih (ulama besar) yang mendapatkan berbagai ujian yang menyulitkan. Tidakkah kita melihat mengenai kisah disembelihnya Nabi Allah Yahya bin Zakariya, terbunuhnya tiga Khulafa’ur Rosyidin, terbunuhnya Al Husain, Ibnu Zubair dan Ibnu Jabir. Begitu juga tidakkah kita perhatikan kisah Abu Hanifah yang dipenjara sehingga mati di dalam buih, Imam Malik yang dibuat telanjang kemudian dicambuk dan tangannya ditarik sehingga lepaslah bahunya, begitu juga kisah Imam Ahmad yang disiksa hingga pingsan dan kulitnya disayat dalam keadaan hidup. … Dan masih banyak kisah lainnya.”[5]
Semakin kuat iman, semakin berat cobaan, namun semakin Allah cinta. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلاَءِ وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلاَهُمْ فَمَنْ رَضِىَ فَلَهُ الرِّضَا وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السَّخَطُ
“Sesungguhnya balasan terbesar dari ujian yang berat. Jika Allah mencintai suatu kaum, maka Allah akan memberikan cobaan kepada mereka. Barangsiapa ridho, maka Allah pun ridho. Dan barangsiapa murka (tidak suka pada cobaan tersebut, pen), maka baginya murka Allah.”[6]
Kewajiban kita adalah bersabar dan bersabar. Ganjaran bersabar sangat luar biasa. Ingatlah janji Allah,
إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
“Sesungguhnya orang-orang yang bersabar, ganjaran bagi mereka adalah tanpa hisab (tak terhingga).” (QS. Az Zumar: 10). Al Auza’i mengatakan bahwa  ganjarannya tidak bisa ditakar dan ditimbang. Ibnu Juraij mengatakan bahwa balasan bagi orang yang bersabar pahala bagi mereka tidak bisa dihitung sama sekali, akan tetapi akan diberi tambahan dari itu. Maksudnya, pahala mereka tak terhingga. Sedangkan As Sudi mengatakan bahwa balasan bagi orang yang bersabar adalah surga.[7]
Makna asal dari sabar adalah “menahan”. Secara syar’i, pengertian sabar sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnul Qayyim,
فَالصَّبْرُ حَبْسُ النَّفْسِ عَنِ الجَزْعِ وَاللَِّسَانِ عَنِ التَّشَكِّي، وَالجَوَارِحِ عَنْ لَطْمِ الخُدُوْد وَشَقِّ الثِيَابِ وَنَحْوِهِمَا
“Sabar adalah menahan diri dari menggerutu, menahan lisan dari mengeluh, dan menahan anggota badan dari menampar pipi, merobek-robek baju dan perbuatan tidak sabar selain keduanya.”[8] Jadi, sabar meliputi menahan hati, lisan dan anggota badan.
Semoga Allah memberi taufik dan kekuatan kepada kita dalam menghadapi setiap ujian.
Faedah Ilmu, Pangukan-Sleman, 6 Dzulqo’dah 1430 H

Muhammad Abduh Tuasikal
Sumber Artikel http://rumaysho.com

Selasa, 03 Januari 2012

Mencintai Manusia Sama Dengan Mencintai Tuhan


KISAH SUFI ABU BIN ‘AZHIM

Diriwayatkan bahwa seorang sufi besar, Abu bin Azhim, suatu waktu terbangun di tengah malam. Kamarnya bermandikan cahaya. Di tengah tengah cahaya itu ia melihat sesosok makhluk, seorang malaikat yang sedang memegang sebuah buku. Abu bin Azhim bertanya: “Apa yang sedang anda kerjakan?” “Aku sedang mencatat daftar pecinta Tuhan”, jawab sang malaikat.

Abu bin Azhim ingin sekali namanya tercantum sebagai salah seorang pencinta Tuhan di dalam daftar tersebut. Dengan cemas ia mencoba melongok ke daftar itu, tapi kemudian ia sangat terpukul dan kecewa, karena ternyata namanya tidak tercantum di daftar tersebut.

Ia pun bergumam: “Mungkin aku terlalu kotor untuk menjadi pecinta Tuhan, tapi sejak malam ini aku ingin menjadi pecinta manusia”. Beberapa hari kemudian ia terbangun lagi di tengah malam. Kamarnya dipenuhi cahaya terang benderang, malaikat yang bercahaya itu hadir lagi.

Abu bin Azhim kembali mencoba melihat daftar para pencinta Tuhan, dan ia pun sangat terkejut, karena namanya tercantum pada papan atas daftar pecinta Tuhan. Ia pun bertanya kepada sang malaikat sambil terheran-heran, “Aku ini bukan pecinta Tuhan, aku hanyalah pecinta manusia, bagaimana mungkin namaku tercantum sebagai salah seorang pencinta Tuhan?”. Sang malaikat pun menjawab, “Baru saja Tuhan berfirman kepadaku bahwa engkau tidak akan pernah bisa mencintai Tuhan sebelum kamu mencintai sesama manusia” 82]

untukku yang berlumuran dosa


Wahai diri...

jika engkau merasa bersih
bercerminlah pada hatimu maka kau pun tahu seberapa bersih dirimu

jika engkau merasa hebat
periksalah hatimu mungkin saja telah d tumbuhi benih riya’ di dalamnya

bila kau pun merasa sempurna
Tengoklah amalanmu dan kau pun tahu seberapa sempurna kah dirimu

Berbenahlah diriku..
Hal tersulit dalam hidupmu adalah memperbaiki niatan itu..
Untuk siapa sesungguhnya ???
Sudahkah untukNya semata ???

Ya Robbi
Bimbing hati ini
Agar ia tak salah dalam meniatkan
Yang bahkan diri ini tak mengerti sudahkah benar apa yg hatinya katakan

Dan hanya Engkaulah ya Allah.. yg Maha tahu segalanya yg tersembunyi di hatiku

Senin, 02 Januari 2012

Sabar Andai Hidup Tak Seindah Mimpi



Ada kalanya manusia di uji
Untuk menilai kuatnya iman dalam diri
pahit hidup yg tengah di hadapi
sakit yg teramat dirasakan hati
kecewa,luka,hampa
lengkap sudah tiada mampu di ungkap dgn kata-kata
ingin berlari tapi tak tahu kemana harus pergi
ingin menghilang namun sadar tak punyai sayap untuk terbang

ada kalanya manusia berada pada titik jenuh
merasa jiwanya rapuh
hingga yg ada hanya keluh dan mengeluh
serasa dunia tengah menertawakan dirinya
namun sadarkah di balik itu semua
rupanya Allah hendak memberikan sesuatu yg indah untuk kita

bagaimana mungkin indahnya pelangi dapat kita lihat tanpa adanya mendung serta hujan

di tengah itu semua
pernahkah kita menengok hati dan iman kita ?
tengah lemah atau kuatkah ia??
sadarkah bahwa Allah sedang mendekati kita
Memberikan cintaNya untuk kita??
Akankah kita menyambut cintaNya
Atau justru menjauhiNya

manusia..
memanglah makhluk yg mustahil tanpa dosa
namun sebaik-baik manusia adalah ia yg slalu memperbarui taubatnya
bersyukur akan karuniaNya
dan bersabar tehadap dugaanNya

seperti apapun kondisi kita
securam apapun perjalanan hidup ini
sertakan selalu iman dalam hati
karena dengannya insyaAllah kita dapat slalu istiqomah dan
semangat jalani hari biarpun cobaan datang silih berganti


semngaaaaaaaaat...\^0^/

Sudahkah Hatiku Ikhlas ?



Ya Allah sudahkah hatiku ikhlas ?
aku terlalu sering mengeluh.. berharap kemudahan setelah kesulitan itu segera kutemui,sedang ku sadar yang ku perbuat belum seberapa.

Ya Allah sudahkah hatiku ini ikhlas ?
Benarkah yang Mulutku katakan aku manusia yang kuat, sedang yang kulihat diri ini rapuh tiap kali ujianMu datang menghampiri

Ya Allah sudahkah hatiku ikhlas ?
Ku percaya setiap yang datang pasti akan pergi, setiap yang ada pasti akan hilang, setiap yang hidup pasti akan mati,, tapi mengapa aku selalu tak rela saat Engkau mengambil orang-orang yang aku kasihi,,

Ya Allah sudahkah hatiku ini ikhlas ?
yang kuberikan pada sesama semata-mata hanya karena aku ingin berbagi agar bisa saling nasehat menasehati ,, tapi mengapa hati ni sakit saat tak semua orang menerima baik apa yang kulakukan..

Ya Allah sudahkah hatiku ikhlas ?
Ku selalu berusaha menjadi kawan yang baik untuk sahabat-sahabatku, tapi entah mengapa aku bersedih saat perlakuanku tak terbalas..

Ya Allah sudahkah hatiku ini ikhlas ?
Saat cinta datang , ku yakinkan hatiku bahwa cintaku padanya hanya karenaMu, namun mengapa hati ni perih saat Engkau tak mentakdirkannya untukku..

Ya Allah benarkah aku tak ikhlas ?
Bagaimana bisa aku menjadi seorang mujahidah, sedang keikhlasan belum sepenuhnya bisa kulakukan,
Bagaimana bisa aku menjadi muslimah yang tangguh, sedang ego dan nafsu masih menguasaiku
Bagaimana aku bisa menjadi ahli syurga, sedang amalku tak sebanding dengan dosa-dosaku yang begitu banyak dan menumpuk

Ya Allah
Tuntun hamba Agar senantiasa langkah ini menuju jalan terang cahayaMu
Bantu hamba menemukan keikhlasan itu ya Allah
Ikhlas yang tak hanya terucap di bibir saja
Melainkan ia tumbuh dari hati dengan sendirinya

Sabtu, 31 Desember 2011

Ketika aku lelah dengan dunia


Dunia..
Benarlah yang dikatakan orang bahwa dunia adalah panggung sandiwara. Dalam dunia ku, akulah pemainnya, betapapun akan ku mainkan dan ku meriahkan seperti apa panggung ini tetap saja ia hanya tempat bersandiwara. Hari ini di tempat aku menyendiri, meluapkan segala emosi dan mencurahkan segenap isi hati melalui tombol-tombol keyboard ini. Sekali lagi hati menjerit, tak seorangpun mampu mengerti. Cukuplah Engkau ya Robb Yang Maha Tahu apapun yang tersemunyi dihatiku.

Aku lelah dengan duniaku
Mungkinkah aku sedang berputus asa, ataukah aku hanya sekedar mengeluh saja. ?? yang jelas aku sadar itu bukan hal yang baik, namun jika aku boleh mengatakan satu hal ya Robb aku ingin kembali padaMu saja. Aku ingin bersamaMu saja. Walau ku tahu aku harus bertahan dengan satu keyakinan ini wujud kasih sayangMu padaku.walau ku tahu sabar dan ikhlas adalah kunci kekuatan untuk dapat menujuMu

Biar dunia tak henti menertawakanku
Ku rasa aku tak harus mempedulikannya.karena ku yakin Kau akan selalu mengerti dan mendengarkan keluh kesahku dan menjadikanku dapat selalu tersenyum pada dunia yang mungkin masih menertawakanku.

Sungguh Jauh di lubuk hatiku yang paling dalam aku tak menginginkan sifat buruk sering mengeluh dan kawan-kawannya bersemayam dalam diri ini. Hanya mampu bangkit dengan segala kekuatan untuk melawannya, dengan satu keyakinan bahwa Engkau akan membantuku membuangnya dari dalam diriku. Karena memang Engkaulah ya Allah ya Robb Yang Maha Tahu segala niat dan usaha hamba-hambaMu.

Allah.. ya Robbi...
Andai saja Engkau tak bersamaku
Bagaimana bisa aku melalui hidup yang sungguh hanya ujian ini
Bila saja kembali padaMu adalah yang terbaik untukku
Sungguh ibadahku belumlah cukup untuk bekal menujuMu
Satu pintaku ya Robb
Jadikanlah aku manusia yang senantiasa ikhlas dan berkesabaran tanpa batas..
Untukku bertahan dalam dunia yang sungguh adalah penjara ini..

Aamiin

Kebiasaan Tidur Pagi Ternyata Berbahaya

Kita telah ketahui bersama bahwa waktu pagi adalah waktu yang penuh berkah dan di antara waktu yang kita diperintahkan untuk memanfaatkannya. Akan tetapi, pada kenyataannya kita banyak melihat orang-orang melalaikan waktu yang mulia ini. Waktu yang seharusnya dipergunakan untuk bekerja, melakukan ketaatan dan beribadah, ternyata dipergunakaan untuk tidur dan bermalas-malasan.
Saudaraku, ingatlah bahwa orang-orang sholih terdahulu sangat membenci tidur pagi. Kita dapat melihat ini dari penuturan Ibnul Qayyim ketika menjelaskan masalah banyak tidur yaitu bahwa banyak tidur dapat mematikan hati dan membuat badan merasa malas serta membuang-buang waktu. Beliau rahimahullah mengatakan,
“Banyak tidur dapat mengakibatkan lalai dan malas-malasan. Banyak tidur ada yang termasuk dilarang dan ada pula yang dapat menimbulkan bahaya bagi badan.
Waktu tidur yang paling bermanfaat yaitu :
[1] tidur ketika sangat butuh,
[2] tidur di awal malam –ini lebih manfaat daripada tidur di akhir malam-,
[3] tidur di pertengahan siang –ini lebih bermanfaat daripada tidur di waktu pagi dan sore-. Apalagi di waktu pagi dan sore sangat sedikit sekali manfaatnya bahkan lebih banyak bahaya yang ditimbulkan, lebih-lebih lagi tidur di waktu ‘Ashar dan awal pagi kecuali jika memang tidak tidur semalaman.
Menurut para salaf, tidur yang terlarang adalah tidur ketika selesai shalat shubuh hingga matahari terbit. Karena pada waktu tersebut adalah waktu untuk menuai ghonimah (pahala yang berlimpah). Mengisi waktu tersebut adalah keutamaan yang sangat besar, menurut orang-orang sholih. Sehingga apabila mereka melakukan perjalanan semalam suntuk, mereka tidak mau tidur di waktu tersebut hingga terbit matahari. Mereka melakukan demikian karena waktu pagi adalah waktu terbukanya pintu rizki dan datangnya barokah (banyak kebaikan).” (Madarijus Salikin, 1/459, Maktabah Syamilah)
BAHAYA TIDUR PAGI [1]
[Pertama] Tidak sesuai dengan petunjuk Al Qur'an dan As Sunnah.
[Kedua] Bukan termasuk akhlak dan kebiasaan para salafush sholih (generasi terbaik umat ini), bahkan merupakan perbuatan yang dibenci.
[Ketiga] Tidak mendapatkan barokah di dalam waktu dan amalannya.
[Keempat] Menyebabkan malas dan tidak bersemangat di sisa harinya.
Maksud dari hal ini dapat dilihat dari perkataan Ibnul Qayyim. Beliau rahimahullah berkata, "Pagi hari bagi seseorang itu seperti waktu muda dan akhir harinya seperti waktu tuanya." (Miftah Daris Sa'adah, 2/216). Amalan seseorang di waktu muda berpengaruh terhadap amalannya di waktu tua. Jadi jika seseorang di awal pagi sudah malas-malasan dengan sering tidur, maka di sore harinya dia juga akan malas-malasan pula.
[Kelima] Menghambat datangnya rizki.
Ibnul Qayyim berkata, "Empat hal yang menghambat datangnya rizki adalah [1] tidur di waktu pagi, [2] sedikit sholat, [3] malas-malasan dan [4] berkhianat." (Zaadul Ma’ad, 4/378)
[Keenam] Menyebabkan berbagai penyakit badan, di antaranya adalah melemahkan syahwat. (Zaadul Ma’ad, 4/222)

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel www.rumaysho.com

Jumat, 30 Desember 2011

Mengganti Icon Adress Bar



Berikut caranya :
1.masuk akun Blogger anda
2."Rancangan --> Edit HTML" lalu copy script berikut ini dan paste kan sebelum kode

</head>
<link href='http://img98.imageshack.us/img98/9617/image3cr0.gif' rel='SHORTCUT ICON'/>

3. save 
*untuk script yang berwarna merah dapat anda ganti dengan url gambar yang anda inginkan.

selamat mencoba.. semoga berhasil ^_^

Obat Penyakit Hati dan Sempitnya Dada

 Saudaraku, berikut kami nukilkan beberapa sebab dan sarana pengobatan yang sangat bermanfaat bagi berbagai penyakit hati, sekaligus penyembuh yang sangat ampuh untuk menghilangkan kegoncangan jiwa. Semoga kita bisa mengamalkannya secara jujur dan penuh keikhlasan sehingga kita bisa mendapatkan manfaat darinya berupa kebahagiaan hidup dan ketenangan hati. Aamiin..

1. Mengikuti petunjuk, memurnikan tauhid, dan mengikhlaskan ibadah hanya kepada Allah saja, sebagaimana kesesatan dan syirik itu merupakan faktor terbesar bagi sempitnya dada.

2. Menjaga iman yang Allah sematkan ke dalam hati hamba-hamba-Nya dan juga amal shalih yang dilakukan seseorang.

3. Mencari ilmu syar’i yag bermanfaat. Setiap ilmu syar’i seseorang bertambah luas, maka akan semakin lapang pula hatinya.

4. Bertaubat dan kembali melakukan ketaatan kepada Allah yang Maha Suci, mencintai-Nya dengan sepenuh hati, serta menghadapkan diri kepada-Nya dan menikmati ibadah kepada-Nya.

5. Terus menerus berdzikir kepada-Nya dalam segala kondisi dan tempat. Sebab dzikir mempunyai pengaruh yang sangat menakjubkan dalam melapangkan dan meluaskan dada, menenangkan hati, serta menghilangkan kebimbangan dan kedukaan.

6. Berbuat baik kepada sesama makhluk sebisa mungkin. Sebab, seseorang yang murah hati lagi baik adalah manusia yang paling lapang dadanya, paling baik jiwanya dan paling bahagia hatinya.

7. Mengeluarkan berbagai kotoran hati dari berbagai sifat tercela yang menyebabkan hatinya menjadi sempit dan tersiksa, seperti dengki, kebencian, iri, permusuhan, dan kedhaliman.
Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Rasulullah shalallahu’alaihi wasalam pernah ditanya tentang sebaik-baik manusia, maka beliaupun menjawab, “Setiap orang yang bersih hatinya dan selalu benar atau jujur lisannya.” Kemudian mereka para sahabat berkata, mengenai jujur atau benar lisannya,kami sudah mengetahuinya, tetapi apakah yang dimaksud dengan orang yang bersih hatinya ?” Beliau menjawab, “yaitu seseorang yang bertakwa dan bersih, yang tidak terdapat dosa pada dirinya, tidak dholim, tidak iri, dan juga tidak dengki.” [1]

8. Keberanian dalam membela kebenaran. Orang yang berani mempunyai dada yang lebih lapang dan hati yang lebih luas.

9. Meninggalkan sesuatu yang berlebihan dalam memandang, berbicara, mendengar, bergaul, makan, dan tidur. Meninggalkan hal itu semua merupakan salah satu faktor yang dapat melapangkan dada, menyenangkan hati, dan menghilangkan keduakaan dan kesedihan.

10. Menyibukkan diri dengan amal atau ilmu syar’i yang bemanfaat karena hal tersebut dapat menghindarkan hati dari hal-hal yang menimbulkan keraguan hati.

11. Memperhatikan kegiatan hari ini dan tidak perlu khawatir terhadap masa yang akan datang serta tidak sedih terhadap keadaan yang terjadi pada masa-masa lalu. Seorang hamba harus selalu berusaha dengan sungguh-sungguh dalam hal-hal yang bermanfaat baginya, baik dalam hal agama maupun dunia. Juga memohon kesuksesan kepada Rabb-Nya dalam mencapai maksud dan tujuan serta memohon agar Dia membantunya dalam mencapai tujuan tersebut. Ini akan dapat menghibur dari keduakaan dan kesedihan.

12. Melihat kepada orang yang ada di bawah dan jangan melihat kepada orang yang ada di atas dalam ‘afiat (kesehatan dan keselamatan) dan rizki serta kenikmatan dunia lainnya.

13. Melupakan hal-hal tidak menyenangkan yang telah terjadi pada masa lalu, sehingga tidak larut memikirkannya.

14. Jika tertimpa musibah maka hendaknya berusaha meringankan agar dampak buruknya bisa dihindari, serta berusaha keras untuk mencegahnya sesuai dengan kemampuannya.

15. Menjaga kekuatan hati, tidak mudah tergoda serta tidak terpengaruh angan-angan yang ditimbulkan oleh pemikiran-pemikiran buruk, menahan marah, serta tidak mengkhawatirkan hilangnya hal-hal yang disukai. Tetapi menyerahkan semuanya hanya kepada Allah dengan melakukan hal-hal yang bermanfaat, serta memohon ampunan dan afiat kepada Allah.

16. Menyandarkan hati hanya kepada Allah seraya bertawakal kepada-Nya. Berhusnudzan kepada Allah, Rabb Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi. Sebab, orang yang bertawakal kepada Allah tidak akan dipengaruhi oleh kebimbangan dan keraguan.

17. Seseorang yang berakal menegetahui bahwa kehidupan yang sebenarnya adalah kehidupan yang bahagia dan tenang. Karena kehidupan itu singkat sekali, karena itu, jangan dipersingkat lagi dengan adanya berbagai kesedihan dan memperbanyak keluhan. Karena justru hal itu bertolak belakang dengan kehidupan yang benar dan sehat.

18. Jika tertimpa suatu hal yang tidak menyenangkan hendaknya ia membandingkannya dengan berbagai kenikmatan yang telah dilimpahkan kepadanya, baik berupa agama maupun duniawi. Ketika orang itu membandingkannya maka akan tampak jelas kenikmatan yang diperolehnya jauh lebih banyak dibandingkan musibah yang dia alami. Disamping itu, perlu kiranya ia membandingkan antara terjadinya bahaya di masa depan yang ditakutkan dengan banyaknya kemungkinana keselamatan. Karena kemungkinan yang lemah tidak mungkin mengalahkan kemungkinan yang lebih banyak dan kuat. Dengan demikian akan hilanglah rasa sedih dan takutnya.

19. Mengetahui bahwa gangguan dari orang lain tidak akan memberikan mudharat atau bahaya kepadanya, khususnya yang berupa ucapan buruk, tatapi hal itu justru akan memberikan mudharat kepada diri mereka sendiri. Hal itu tidak perlu dimasukkan ke dalam hati dan tidak perlu dipikirkan, sehingga tidak akan membahayakannya.

20. Mengarahkan pikirannya terhadap hal-hal yang membawa manfaat bagi dirinya, baik dalam urusan agama maupun dunia.

21. Hendaklah dia tidak menuntut terima kasih atas kebaikan yang dilakukannya, kecuali mengharapkan balasan dari Allah. Dan hendaklah dia mengetahui bahwa amal yang dia lakukan, pada hakekatnya merupakan muamalah (jalinan) dengan Allah, sehingga tidak mempedulikan terima kasih dari orang terhadap apa yang dia berikan kepadanya. Allah berfirman yang artinya,
“Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan darimu dan tidak pula ucapan terima kasih”. (QS. Al-Insan:9)

22. Memperhatikan hal-hal yang bermanfaat dan berusaha untuk dapat merealisasikannya, serta tidak memperhatikan hal-hal yang buruk baginya, sehingga otak dan pikirannya tidak disibukkan olehnya.

23. Berkonsentrasi pada aktivitas yang ada sekarang dan menyisihkan aktivitas yang akan datang, sehingga aktivitas yang akan datang kelak dikerjakan secara maksimal dan sepenuh hati.

24. Memilih dan berkonsentrasi pada aktivitas yang bermanfaat, dengan mengutamakan yang lebih penting. Hendaklah ia memohon pertolongan pada Allah, kemudian meminta pertimbangan orang lain, dan jika pilihan itu telah sesuai dengan kemantapan hatinya, maka silahkan diamalkan dengan penuh tawakal pada Allah.

25. Menyebut-nyebut nikmat Allah dengan memujinya, baik yang dhahir maupun yang batin. Sebab, dengan menyadari dan menyebut-nyebut nikmat Allah, maka Dia akan menghindarkan dirinya dari kebimbangan dan kesusahan.

26. Hendaklah bergaul dan memperlakukan pasangan (suami maupun istri) dan kaum kerabat serta semua orang yang mempunyai hubungan secara baik . jika menemukan suatu aib, maka jangan disebarluaskan, tetapi lihat pula kebaikan yang ada padanya. Dengan cara ini, persahabatan dan hubungan akan terus terjalin dengan baik dan hati akan semakin lapang. Berkenaan dengan hal ini, Rasulullah bersabda, “Janganlah seorang mukmin laki-laki membenci mukmin perempuan (istri) seandainya dia membenci suatu akhlaknya, maka dia pasti meridhai sebagian lainnya.” (HR. Muslim)

27. Do’a memohon perbaikan semua hal dan urusan. Dan doa paling agung berkenaan dengan hal itu adalah :
اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لِى دِينِىَ الَّذِى هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِى وَأَصْلِحْ لِى دُنْيَاىَ الَّتِى فِيهَا مَعَاشِى وَأَصْلِحْ لِى آخِرَتِى الَّتِى فِيهَا مَعَادِى وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لِى فِى كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لِى مِنْ كُلِّ شَرٍّ
“Allahumma ashlihlii diinii lladzii huwa ‘ishmatu amrii, wa ashlihlii dunyaya llatii fiihaa ma’asyii, wa ashlihlii akhirotii llatii fiihaa ma’adii, waj’alilhayaata ziyaadatan lii fii kulli khair, waj’alil mauta raahatan lii min kulli syarr.” (HR. Muslim)
Ya Allah perbaikilah bagiku agamaku sebagai benteng urusanku; perbaikilah bagiku duniaku yang menjadi tempat kehidupanku; perbaikilah bagiku akhiratku yang menjadi tempat kembaliku! Jadikanlah ya Allah kehidupan ini penambah kebaikan bagiku dan jadikanlah kematianku sebagai kebebasanku dari segala kejelekan.
Demikian juga dengan do’a berikut ini :
اَللَّهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُو فَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ
“Allahumma rahmataka arjuu falaa takilnii ilaa nafsii thorfata’ainin wa ashlihlii sya’nii kullahu, laa ilaha illa anta.”
Ya Allah hanya rahmatMu aku berharap mendapatkannya. karena itu, jangan Engkau biarkan diriku sekejap mata (tanpa pertolongan atau rahmat dariMu). Perbaikilah seluruh urusanku, tiada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau

28. Jihad di jalan Allah. Hal ini berdasarkan pada sabda Rasulullah shalallu’alaihi wassalam, “ Berjihadlah di jalan Allah, karena jihad di jalan Allah merupakan pintu dari pintu-pintu surga, yang dengannya Allah menyelamatkan dari kedukaan dan kesedihan.”
Sumber : Do’a dan Wirid, Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawaz, Pustaka Imam Syafi’i. 
Artikel Muslimah.or.Id
—
[1] Lafal hadits tersebut berbunyi,
أفضل الناس كل مخموم القلب صدوق اللسان ، قالوا : صدوق اللسان نعرفه فما مخموم القلب ؟ قال : التقي النقي ، لا إثم فيه و لا بغي و لا غل و لا حسد
“Sebaik-baik manusia adalah manusia yang bersih hatinya dan selalu benar atau jujur lisannya.” Kemudian mereka para sahabat berkata, mengenai jujur atau benar lisannya, kami sudah mengetahuinya, tetapi apakah yang dimaksud dengan orang yang bersih hatinya?” Beliau menjawab, “Yaitu seseorang yang bertakwa dan bersih, yang tidak terdapat dosa pada dirinya, tidak dholim, tidak iri, dan juga tidak dengki.”
HR. Ibnu Majah 4216 dan Ibnu ‘Asakir (17/29/2). Syaikh Albani berkata, “Hadits ini memiliki sanad yang shahih dan rijal yang tsiqat (terpercaya)”. (As-Silsilah Ash-Shaihah no.948, Maktabah Asy-Syamilah-red)

Sumber artikel : www.muslimah.or.id

Jangan Tertipu Oleh Pujian Orang Lain

Ibnu ‘Ajibah mengatakan, “Janganlah engkau tertipu dengan pujian orang lain yang menghampirimu. Sesungguhnya mereka yang memuji tidaklah mengetahui dirimu sendiri kecuali yang nampak saja bagi mereka. Sedangkan engkau sendiri yang mengetahui isi hatimu. Ada ulama yang mengatakan, “Barangsiapa yang begitu girang dengan pujian manusia, syaithon pun akan merasuk dalam hatinya.”[1]”
Lihatlah apa yang dilakukan oleh Abu Bakr Ash Shidiq tatkala beliau dipuji oleh orang lain. Beliau–radhiyallahu ‘anhu- pun berdo’a,
اللَّهُمَّ أَنْتَ أَعْلَمُ مِنِّى بِنَفْسِى وَأَنَا أَعْلَمُ بِنَفْسِى مِنْهُمْ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى خَيْرًا مِمَّا يَظُنُّوْنَ وَاغْفِرْ لِى مَا لاَ يَعْلَمُوْنَ وَلاَ تُؤَاخِذْنِى بِمَا يَقُوْلُوْنَ
Allahumma anta a’lamu minni bi nafsiy, wa anaa a’lamu bi nafsii minhum. Allahummaj ‘alniy khoirom mimmaa yazhunnuun, wagh-firliy maa laa ya’lamuun, wa laa tu-akhidzniy bimaa yaquuluun.
[Ya Allah, Engkau lebih mengetahui keadaan diriku daripada diriku sendiri dan aku lebih mengetahui keadaan diriku daripada mereka yang memujiku. Ya Allah, jadikanlah diriku lebih baik dari yang mereka sangkakan, ampunilah aku terhadap apa yang mereka tidak ketahui dariku, dan janganlah menyiksaku dengan perkataan mereka][2]
Faedah Ilmu, Panggang, Gunung Kidul, 23 Syawwal 1430 H

Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel http://rumaysho.com

Widget Google Translate

Widget ini adalah untuk mengubah bahasa sesuai keinginan anda dan pengunjung blog anda yang dipersembahkan oleh google.
jika anda ingin memasang google translate pada blog anda,silahkan copy dan paste kan kode di bawah ini pada gadget HTML di blog anda..


<style>
.translate img {
filter:alpha(opacity=100);
-moz-opacity: 1.0;
opacity: 1.0;
border:0;
padding-left:0px;
}
.translate:hover img {
filter:alpha(opacity=50);
-moz-opacity: 0.50;
opacity: 0.50;
border:0;
}
</style>

<div style="text-align:center">
<a class="translate" href="#" target="_blank" rel="nofollow" title="English" onclick="window.open('http://translate.google.com/translate?u='+encodeURIComponent(location.href)+'&langpair=id%7Cen&hl=en'); return false;"><img alt="English" border="0" align="absbottom" title="English" height="24" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhmDeKope4KVjXTQzh2VAhUci7ezz1QstTVpHiUVozs34HZCCGeE28Y7R8zGttkQtOB1-sfB7OLt9zZI7G5AnwVmnlVyAEUnmVzZ63jmSs-YrFSeTlfzRLy0akeamCdKT6KY7J7BvNzP8ZD/s144/uk-flag.png" style="cursor: pointer;margin-right:8px" width="24"/></a>

<a class="translate" href="#" target="_blank" rel="nofollow" title="French" onclick="window.open('http://translate.google.com/translate?u='+encodeURIComponent(location.href)+'&langpair=id%7Cfr&hl=en'); return false;"><img alt="French" border="0" align="absbottom" title="French" height="24" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjMZt7VZpAyy5nl4PM4Hd2nIKYncyq1EoyoTZKw6WsA63ZmYqLQ7Pn43YGsPCMg-OkA-vhT9QiSNKvb-ZhofytDzdjhhfHco1EfrQdpz7a93dXRcdcZjIxOm6IW9ckA2TGOmF4S2HT1luX6/s144/france-flag.png" style="cursor: pointer;margin-right:8px" width="24"/></a>

<a class="translate" href="#" target="_blank" rel="nofollow" title="German" onclick="window.open('http://translate.google.com/translate?u='+encodeURIComponent(location.href)+'&langpair=id%7Cde&hl=en'); return false;"><img alt="German" border="0" align="absbottom" title="German" height="24" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjzvGtqyJphLE0Xs_0omWb8tALRUW41d2cp6SBUOrkJTyI9fOuypKI-a2hWEofOvqRO7jLPjYKZLrgYrU_vr6OsKfXKu9VSEk_Im34DJL4LZJc4x2slT2t4is5dy_eXiijPTo8bIfuqI3Vl/s144/german-flag.png" style="cursor: pointer;margin-right:8px" width="24"/></a>

<a class="translate" href="#" target="_blank" rel="nofollow" title="Spain" onclick="window.open('http://translate.google.com/translate?u='+encodeURIComponent(location.href)+'&langpair=id%7Ces&hl=en'); return false;"><img alt="Spain" border="0" align="absbottom" title="Spain" height="24" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgNr5vc05g6Qhe0lQKdHSIRweZAGxzyFr_PHT6beb3pfUB1fzBLn6Os_yLEmWBWvNu2bO7pDW9iXfdbIBiRXcjP3jdziRcBsxIyF_6Mgirz6uHrtEZo9uumXjq4cFufrtcb7mpI-UauzyqY/s144/spain-flag.png" style="cursor: pointer;margin-right:8px" width="24"/></a>
<br/><br/>
<a class="translate" href="#" target="_blank" rel="nofollow" title="Italian" onclick="window.open('http://translate.google.com/translate?u='+encodeURIComponent(location.href)+'&langpair=id%7Cit&hl=en'); return false;"><img alt="Italian" border="0" align="absbottom" title="Italian" height="24" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjckU_DPN4WiPzyDxyGhlyJzuie4c2fHP7sv8662Y9goaqEknegHAiW5UB07ABEZyyuc3bmsbUBjvXo_DORCk3iGCudtE5-nC6f8H3ltBKNeFDqahPbXAT6yJxM8knBgxEtIhhKHJLEX527/s144/italy-flag.png" style="cursor: pointer;margin-right:8px" width="24"/></a>

<a class="translate" href="#" target="_blank" rel="nofollow" title="Dutch" onclick="window.open('http://translate.google.com/translate?u='+encodeURIComponent(location.href)+'&langpair=id%7Cnl&hl=en'); return false;"><img alt="Dutch" border="0" align="absbottom" title="Dutch" height="24" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhFjt1ZCQg6y2w5pEI3_7XO_gijjRpZOEcaJFVMiItFbnce2qadZvVWhL7oMdtXaKa5GuGKUG6NALuPET8sDISOlrSv2Bbch3lsC7kug9UimrHkFUh641QsYoaubZvG47AWUWj6lSYUw7Gc/s144/dutch-flag.png" style="cursor: pointer;margin-right:8px" width="24"/></a>

<a class="translate" href="#" target="_blank" rel="nofollow" title="Russian" onclick="window.open('http://translate.google.com/translate?u='+encodeURIComponent(location.href)+'&langpair=id%7Cru&hl=en'); return false;"><img alt="Russian" border="0" align="absbottom" title="Russian" height="24" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi2QnDtEgcJoGuxsxqEmPTKmG3KXDkgWyHwv9obqQFzOvDbaWSL_rMyBObiCo5EsoyOCw_2dZbfWf1emJN5JB2To8Aro_gXv-P0efkYCsUp5wys823jRnsyVpxL1-eS6yX0o9M3FSKA0NxJ/s144/russian-flag.png" style="cursor: pointer;margin-right:8px" width="24"/></a>

<a class="translate" href="#" target="_blank" rel="nofollow" title="Brazil" onclick="window.open('http://translate.google.com/translate?u='+encodeURIComponent(location.href)+'&langpair=id%7Cpt&hl=en'); return false;"><img alt="Brazil" border="0" align="absbottom" title="Brazilian" height="24" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgOqUgF34SDK4BH0pE9rBMXghHBjsmFGEoITX8s5J7NAPOSN_mFs4UBBJDViBXfJTjOIaQEv82KlF24GsmGNvqJ_7W_nUEbgxw8KzYcJltbWLg0ihYD1yQp1-GYypCvrGwGZJ4r14XA6pYU/s144/brazil-flag.png" style="cursor: pointer;margin-right:8px" width="24"/></a>
<br/><br/>
<a class="translate" href="#" target="_blank" rel="nofollow" title="Japanese" onclick="window.open('http://translate.google.com/translate?u='+encodeURIComponent(location.href)+'&langpair=id%7Cja&hl=en'); return false;"><img alt="Japanese" border="0" align="absbottom" title="Japanese" height="24" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjx9MNWjvva7EwDEyXq3w-Q9AGQYjmHwTTocWsSsp5aDTr9C22pedCmp7qTVCXrOdSS6kJS3ogkGPCuVeKmfBqVL8McLOZClRXIu84XzKG8QBpr5vh8GxGsiFBwUA9WXsz0gu9wqPYxv-Ho/s144/japan-flag.png" style="cursor: pointer;margin-right:8px" width="24"/></a>

<a class="translate" href="#" target="_blank" rel="nofollow" title="Korean" onclick="window.open('http://translate.google.com/translate?u='+encodeURIComponent(location.href)+'&langpair=id%7Cko&hl=en'); return false;"><img alt="Korean" border="0" align="absbottom" title="Korean" height="24" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhYFr6WaGiVqQUduduCOrMS5hqLoawL997zCHwHkWxjUu8HImv69igYwl8mV6ENrXg8Dov5nwfZyWy7caqjfDNOYq408Ze20U0UNHf3PZ2-EpJpCPIIo3aW-uRL759sCvO-LjZyUlhKFbxA/s144/korean-flag.png" style="cursor: pointer;margin-right:8px" width="24"/></a>

<a class="translate" href="#" target="_blank" rel="nofollow" title="Arabic" onclick="window.open('http://translate.google.com/translate?u='+encodeURIComponent(location.href)+'&langpair=id%7Car&hl=en'); return false;"><img alt="Arabic" border="0" align="absbottom" title="Arabic" height="24" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh6S0aFM0Sx8TOtRplhDjdUmU4CixR2dOaxBR4A7V7mqAkhtzcxkqIRvcJdFiuXKRKxhEeigExdDwwssI6vNdkKHbzWq6IxbZhqwkXGmN7JWwBVTaGZmPbIycSuO2yAJHg9ce-lg-3NWoSY/s144/arab-flag.png" style="cursor: pointer;margin-right:8px" width="24"/></a>

<a class="translate" href="#" target="_blank" rel="nofollow" title="Chinese Simplified" onclick="window.open('http://translate.google.com/translate?u='+encodeURIComponent(location.href)+'&langpair=id%7Czh-CN&hl=en'); return false;"><img alt="Chinese Simplified" border="0" align="absbottom" title="Chinese Simplified" height="24" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhWc8bLyN_pvB68MvR1PdGm3p_KSe95MCHFXEAuukJv1XT6VpWAEU3l1uyI5pRB5YhJv1YKVN_ZoZp6DLBCBqhg1UdHx66sQuHMEQ-NR27OGdnIb0D9vKJC0DM0ub7IFoPhi2z0B02U4Pvf/s144/china-flag.png" style="cursor: pointer;margin-right:8px" width="24"/></a>

<div style="font-size:9px; padding:8px 0px 0px 0px">
<a href="http://www.hermanblog.com/2009/03/memasang-widget-google-translate-pada.html" target="_blank"></a>
</div></div>

Kemudian save.
Semoga Bermanfaat ^_^

Membuat Link Bewarna Pelangi


Mungkin anda pernah menjumpai suatu blog dengan hiasan link seperti yang saya maksud,dimana pada saat anda menempelkan mouse pada link dalam blog tersebut maka akan muncul huruf bewarna-warni seperti pelangi. Ingin tahu caranya ?

Langsung saja

1. Login Blogger anda
2. Pada rancangan pilih Edit HTML
3.Pada Edit HTML anda cari kode <head>. Kalau udah ketemu letakkan kode ini tepat dibawahnya

<script src='http://achmad46.googlepages.com/rainbow.js'>
</script>

4. Klik save. Jadi deh..

Selamat mencoba.. semoga berhasil ^_^

La Tahzan Ya Qolbi..

Hatiku..
Engkau ada d diriku
perhiasan terindah yang Tuhan berikan untuk jiwaku
Karenamu aku mampu merasakan susah dan senang,pahit serta manis nya hidup
Adanya engkau d jiwa ini pun untuk mengingatkan ku
Kau bisikan kebaikan tiap kali kaki ini hendak melangkah dalam kesesatan

Hatiku..
Aku berharap titik hitam yg ad padamu itu tak bertambah
karena jika ia berkembang sungguh diri ini akan menjadi pribadi yg tak terarah
biarlah setitik cahaya cintaNya yg d titipkanNya padamu tumbuh hingga ia mampu menghilangkan titik hitam itu..

hatiku
aku tau kau bersedih
siapa teman yg lebih tau diriku selainmu
percayalah hatiku..
Allah selalu ada bersamamu
Bersama kita
Untuk kita..
Yakinlah kuasaNya melebihi langit dan bumi seisinya

Bebanmu bebanku
Usahlah bersedih wahai hatiku
Ingatlah kesedihan yg belarut itu bukan pribadi mukmin..
Bersabarlah hatiku
Mari kita sambut cintaNya dengan banyak bercermin
Bermuhasabah diri
Melihat siapa diri kita ..

Kau dan aku
Kita adalah Satu
Dan aku selalu mengikuti apa kata mu
Maka jangan sekali-kali engkau bisikan keburukan padaku

Wahai hati..
Adanya kau manusia mengenal cinta
Karenamu manusia saling mengerti dan memahami
Sepatutnyalah aku bersyukur
Karena aku memilikimu
hati nurani..


Introspeksi Diri

Suatu ketika seorang suami curiga terhadap pendengaran istrinya lantaran tiap kali ia memanggil si istri tidak menjawab.


“Apa yang terjadi pada istriku?? apa mungkin ada kelainan pada pendengarannya??”tanyanya dalam hati.

Dan keesokan harinya si suami mendatangi seorang dokter untuk konsultasi tentang kecurigaannya terhadap si istri tsb.

Di katakannya semua kecurigaan itu pada dokter.

Suami :Bagaimana dok, apa kecurigaan saya benar?apa istri saya tuli??

Dokter : begini saja pak, untuk membuktikan sebaikya kita lakukan tes terlebih dahulu. Tentu tanpa sepengetahuan isrti anda.

coba anda berbicara / memanggil istri anda  pada  jarak 5 m.jika istri anda tidak mendengar,ulangi hal yang sama dengan jarak 3 m.jika belum juga mendengar, ulangi dengan jarak lebih dekat lagi.

Sesampainya dirumah tak sabar si suami segera mempraktekkan saran dokter.

(pada jarak 5 m)
Suami   : “ lagi masak apa ma..”

tak ada sautan yang ia dengar

(di ulanginya pada jarak 3 m)

“Lagi masak apa ma..”

tetap tak ada jawaban yang ia dengar

(diulanginya lagi pada jarak yang lebih dekat)

“ma.. lagi masak apa.. papa Tanya kok ndak di jawab???”

Istri      : “papa ini.. dari tadi juga mama bilang bikin nasi goreng pa..”

Suami   : diam seribu bahasa.


“permasalahan yang timbul di sekeliling kita kerap kali membuat kita cenderung menyalahkan yang lain dan membenarkan diri sendiri, dengan tanpa kita sadari bisa jadi permasalahan tersebut berasal dari diri kita sendiri.”



^^Saling instropeksi^^

'Tetap ku kerjakan sepenuh hati'


Huuuuffttt…Hari ini sangat melelahkan,,lagi lagi harus pulang terlambat.memang bukan yang pertama kali,, dan memang bukan pekerjaan berat yang ku geluti.. pekerjaan yang hanya duduk dan bermain dengan PC(cieeh gayanye macem orang penting aje) iya sie..meski punya orang hehe,namanya jg penjaga warnet.,apa lagi yang dkerjain kalo nggak mantengin layar dan taktiktuk jeglakjeglak hehe(segitunyaa..) ya begitulah sedikit gamabarannya. Buatku pekerjaan yang paling menyenangkan,walau dengan penghasilan yaaa cukuplah(lagian mana ada orang kebanyakan uang?bersyukur euy..hee)tapi alhamdulillah sesuatu banget,,bukan soal pekerjaan atau uang yang saya dapatkan,namun memang banyak sesuatu dengan pekerjaanku ini sampai-sampai membuatku sangat betah berlama-lama ditempat kerja.(jelas senengnya..bisa online gratiiss)
Ya. Itu salah satunya. Browsing gratis sepuasnya., wuuu siapa tak sukaa??? dapet banyak ilmu pula,,pengetahuan,agama semuanya,yang mungkin sebelumnya banyak yang belum ku ketahui,, dengan mudah ku cari di tempat ini.. terlebih teknologi, yaa paling tidak yang tadinya gaptek jadi berkurang dikit laah..hihii,Terlepas dari hal-hal yang menyenangkan dalam pekerjaanku yang sebenarnya memang benar menyenangkan itu.. tak jarang pula rasa bosan,jenuh,sebal,kesal dan kawan2nya berkecamuk di kepala.,plakplakplak.(ngapain?nepok nyamuk?? -,-“ ) Bagaimana tidak, seenak-enaknya pekerjaan yang di kerjakan tentu bertemu juga dengan yang namanya rasa jenuh(bukan rasa jeruk) ada penyebabnya tentu.Dalam hal ini,, kejenuhan dan kekesalanku memuncak manakala banyak sekali tugas di tambah lagi para pelanggan yang berebut minta bantuan wuuff(mending kalo artis,berebutnya minta tanda tangan.  lah ini..??hehe),belum lagi seringnya rekan tak masuk kerja sampai aku harus pulang malam yang seharusnya tak sampai malam jam kerjaku..huuftt sungguh melelahkan. Ya Allah.. dan akhirnyaaaaa mengeluh lagi..huft (sifat manusia benar2 ada padaku).


Ya Allah.. Mungkin aku terlalu banyak mengeluh,, kurang bersyukur atas pekerjaanku ini,, dan mungkin atas apapun kenikmatan2 yang Kau beri untuk ku selama ini. Ampuni ku ya Allah..


Akhirnya ku ingati,, kulakukan ini bukan semata uang yang kucari namun Ridho_Mu ya ILahi.. biar dikata pekerjaanku tak bermutu,, ku yakin Kau berikan hikmah dan barokah kebaikan-kebaikan yang mungkin tak kudapati di luar sana di balik semua itu.


Kini tiap kali perasaan kesal itu bersarang,, ku tak larut dan mengikutinya.,ku kendalikan ia,,
kembali kurenungi, semua ini tak kan berarti tanpa ku kerjakan dengan ikhlas sepenuh hati..


Semangat..

'Belajar Menjadi Baik'

Tak ada gading yang ta retak dan tak ada tuyul yang tak botak hehe

Begitulah peribahasanya.


MANUSIA

Selain tempatnya salah dan lupa, tak ada manusia yang terlahir sempurna tanpa kesalahan. Setiap insan dalam mengarungi hidupnya tentu tak lepas dari berbagai macam godaan yang melalaikan. Disinilah iman diperlukan. Sekuat apa iman kita untuk menghadapi berbagai godaan-godaan yang melenakan, yang bakal membuat iman kita bahkan lemah dan semakin melemah. Bagaimanapun iman kita,,semoga senantiasa menjadi kuat setiap harinya. Mungkinkah ? mungkin saja. Bagaimana untuk bisa membuatnya tidak semakin melemah. ? dengan menjalankan perintah dan menjauhi larangan-laranganNya.
Simple memang di tuliskan bahkan di ucapkan
Namun betapa dua perkara tersebut tidaklah mudah di amalkan dalam kehidupan sebagaimana mudahnya mengucapkan(terlebih penulis sendiri,, hehe).karena memang syetan akan selalu mencari jalan supaya manusia tak berjalan pada kebenaran. Syetan, musuh manusia yang nyata ini akan terus mengambil peran dalam kondisi apapun sampai manusia benar-benar akan meninggalkan perintah dan mengerjakan laranganNya.
semoga Allah senantiasa melindungi kita dari berbagai macam godaannya.Aamiin

Belajar menjadi baik

Siapa yang tak mau menjadi baik, setiap manusia pasti menginginkan dirinya menjadi manusia yang baik, adakah manusia yang menginginkan dirinya menjadi manusia yang buruk ? dan kalaupun ada saya yakin dalam hati kecilnya  pun tak menginginkan dirinya menjadi manusia yang buruk.


Sebaik-baik manusia adalah yang selalu memperbarui taubatnya. Biar kata masa lalu kita buruk tak terkira,kalau kita benar-benar ingin merubahnya insyaAllah akan selalu ada jalan untuk menjemput hidayahNya untuk kemudian memperbaiki kesalahan-kesalahan dimasa lalu.alangkah beruntungnya orang-orang yang dapat selalu memperbaiki dirinya dari waktu ke waktu. mengisi hari demi harinya dengan kemanfaatan. jangan pernah berhenti untuk perbaiki diri. belajar menjadi baik dan lebih baik dari hari ini.

Sungguh jangan biarkan syetan melenakan kita dengan berbagai cara untuk membuat kita mengiyakan alasan-alasan yang dibisikannya

"Pandanglah ke atas untuk urusan akhirat  dan  pandanglah kebawah untuk urusan dunia"


insyaAllah upaya kita dalam belajar menjadi baik akan terlaksana


Hidup Adalah BELAJAR

Belajar Bersyukur Meski tak Cukup
Belajar Ikhlas Meski Tak Rela
Belajar Taat Meski Berat
Belajar Memahami Meski Tak Sehati
Belajar Sabar Meski Terbebani
Belajar Setia Meski Tergoda
Belajar Memberi Meski Tak Seberapa
Belajar Mengasihi Meski Disakiti
Belajar Tenang Meski Gelisah
Belajar Percaya Meski Susah
Belajar dan Terus Belajar..

Dan tak ada yang lebih baik yang diperoleh dari belajar


Tanpa BELAJAR MENJADI BAIK


wallahu a'lam..

Kamis, 29 Desember 2011

'saat sepi jadi temanku'

Lagi lagi sendiri., ntah apa yang membuatku senang menyendiri.
Mungkin aku memang orang yang cenderung pasif dibanding teman dan banyak saudara-saudaraku yang lain. Lebih suka diam dan cenderung bermain di balik layar(bukan sutradara juga siiee hehe tp kali aj bisa jadi sutradara beneran aamiin).Namun itulah aku.

ntah apa yang membuatku senang menyendiri.
Melakukan sesuatu dibalik kemelut orang banyak. Kadang ingin sekali seperti yang lain ramai kawan kesana kemari bersama banyak teman. Bertegur sapa,,Yaa.. aku pun tak memungkiri ingin seperti mereka.tak sedikit pula temanku, walau mungkin kebanyakan itu tak lebih dari sebuah status saja.biar bagaimana aku bahagia mengenal mereka dan menjadikan mereka teman sekaligus saudara.haaah..hanya saja aku lebih senang menyendiri dan lebih suka merenungi diri. Entah hobi macam apa ini aku pun tak mengerti.Suka malas untuk beramai-ramai..Ada memang kadang rasa ingin seperti mereka yang terlihat enjoy menjalani hari-hari melepas kepenatan. Namun.. hah entahlah. Aku pun tak mengerti dengan diriku sendiri.


Setiap hari ini dan hanya seperti ini saja yang kulakukan. Tapi ku nikmati.. bagiku kesenangan itu hanyalah sesaat saja. Setelahnya mungkin aku akan lagi memikirkan problema hidupku.akan Lebih baik jika ku pergunakan waktu-waktu itu untuk berfikir. Mencetuskan sebuah gagasan-gagasan baru untuk mengatasi berbagai problema kehidupanku. Membuatnya menjadi bermanfaat untuk memotivasi diri dengan caraku sendiri.


sepi.. tetaplah disini aku tak akan benci
bersamamu aku dekat dengan jiwaku,dekat dengan Robbku, dekat dengan hidup yang kan berakhir sepi,..
andai kata hidupku selamanya berteman denganmu
itu akan lebih baik daripada bersama keramaian dan aku menjadi lalai karenanya

Dengarlah Rindu


 Angin

Bisikanlah satu hal
Untuk secuil hati yang terpekik rasa menahan rindu
Mengelak rasa yang bertebaran
Yang masih menunggu untuk diterbangkan
sebab jiwa tlah rapuh menggenggamnya

Angin

Sampaikanlah satu hal
Untuk hati yang tak pernah mau mengerti
Jika suatu hari nanti akan datang malaikat pewujud mimpi
Sirnakan bayangan hitam penutup kalbu

wahai angin

Antarkan rindu berbungkus kelabu
Ke singgasana jiwa selayak embun penyejuk raga
Agar suatu hari nanti saat aku tak disini lagi
Rindu ku masih ada menemaninya
Mendendangkan lagu-lagu indah pada setiap tetes embun yang ia jumpa


Rabu, 28 Desember 2011

Membuat efek "salju" di blog

langsung saja

begini caranya

1. Silahkan login ke blog anda
2. Pilih Layout / Design / Rancangan dan kemudian Pilih Edit HTML.
3. Centang Expand Widget Templates
4. Copy code berikutdi atas kode
</head>

<script src='http://ajax.googleapis.com/ajax/libs/jquery/1.3/jquery.min.js' type='text/javascript'/>
<script src='http://nirav07.110mb.com/jsnow.js' type='text/javascript'/>
<script type='text/javascript'>
$(function() {
$().jSnow();
});
</script>



5. Save / Simpan Template

Selamat mencoba.. semoga berhasil ^_^
 
Lailiya's Blog | Template Sweet Uniqx Transparent © 2011 Free Template Utta. Designer by Utta' Melanickz. Look Template Uniqx Opacity Transparent and Uniqx Transparent